RAKOR ANGGARAN DID TAMBAHAN PERIODE KEDUA 2020 UNTUK PEMULIHAN EKONOMI DAN COVID-19

SHARE

Pada hari Kamis tanggal 24 September 2020 Pukul 14.15 WITA bertempat di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kantor Bupati Nunukan, Jl. Sei Jepun Kelurahan Nunukan Selatan,Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan telah dilaksanakan rapat koordinasi pelaksanaan program dan kegiatan pemulihan ekonomi dan penanganan Covid-19 bidang kesehatan dan bantuan sosial bersumber dari anggaran Dana Insentif Daerah (DID) Tambahan periode kedua Tahun Anggaran 2020.

Rapat Koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Sekda Nunukan, Serfinaus, S.IP., M.Si dan selaku Moderator dalam rapat adalah Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Nunukan, Juni Mardiansyah, AP dan dihadiri oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Penerima Dana DID Tambahan TA 2020 diantaranya :

  1. Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Nunukan
  2. Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan
  3. Dinas Koperasi, Perindustrian dan UKM Kabupaten Nunukan
  4. Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan
  5. Dinas Sosial Kabupaten Nunukan
  6. Dinas PUPRPKPP Kabupaten Nunukan
  7. Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan
  8. Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan
  9. Dinas Perikanan Kabupaten Nunukan
  10.  Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan
  11.  BPBD Kabupaten Nunukan
  12.  Dinas POL PP Kabupaten Nunukan

Acara rapat dimulai dengan pengarahan dari Sekda Nunukan yang menyampaikan beberapa point penting terkait Alokasi DID Tambahan Tahun 2020 dan dilanjutkan dengan pembahasan program dan kegiatan DID dengan OPD dalam bidang UMKM, Perdagangan, Pendidikan, Kesehatan, Pertanian, Sosial, Pariwista, Pembangunan, dan Penanganan Bencana. Dalam pembahasan DID terkait kegiatan Dinas Perdagangan untuk Subsidi Ongkos Angkut (SOA) ke wilayah Krayan, Sekda Nunukan, Serfianus, S.IP, M.Si mewanti-wanti agar bantuan SOA tersebut benar-benar tepat sasaran dimana barang yang dikirim ke wilayah Krayan menggunakan Fasilitas SOA dari Pemerintah Kabupaten Nunukan benar-benar barang kebutuhan pokok, seperti gula, minyak goreng, susu untuk balita, dan bukan barang yang sudah ada di wilayah Krayan seperti garam dan beras.

Seperti diketahui bahwa Kementerian Keuangan (KEMENKEU) memberikan tambahan alokasi Dana Insentif Daerah ( DID ) tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan  (PMK) Nomor 87/PMK.07/2020 tentang Pengelolaan Dana Insentif Daerah tambahan tahun 2020. Kementerian Keuangan oleh Direktur Pembiayaan dan Transfer Non Dana Perimbangan pada Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) menyampaikan DID Tambahan hanya diberikan kepada Pemerintah Daerah yang dinilai memiliki prestasi tertentu yang dalam hal ini, penilaiannya pada indikator terkait penanganan Covid-19, yaitu inovasi daerah dalam menumbuhkan produktifitas dan aman dari Covid-19, dimana dalam hal ini Kabupaten Nunukan dianggap berhasil dalam penanganan Covid-19 sehingga layak mendapatkan bantuan Alokasi DID Tambahan Tahun 2020.

Alokasi DID Tambahan diberikan berdasarkan penilaian keberhasilan daerah dalam menjaga daerahnya tetap hijau, serta kemampuan mereka dalam menurunkan masyarakat yang terpapar covid-19 selama jangka waktu tertentu dan diharapkan dana DID Tambahan digunakan utamanya untuk mendukung Pemerintah Daerah dalam memulihkan kembali perekonomian karena Covid -19.

Adapun Penyaluran DID Tambahan untuk Periode Pertama akan diberikan pada bulan September 2020 dan untuk Periode Kedua dan Periode Ketiga dilakukan sekaligus tiap periode paling lambat 2 bulan setelah rincian alokasi tiap periode ditetapkan. Adapun syarat bagi daerah agar bisa mendapatkan DID Tambahan adalah Pemda harus menyampaikan laporan Penyesuaian APBD TA 2020 sesuai dengan PMK 35/2020.

Berdasarkan PMK 114/PMK.07/2020 Penggunaan DID Tambahan periode kedua tahun 2020 diprioritaskan untuk mendorong pemulihan ekonomi di daerah serta penanganan Covid-19 bidang Kesehatan dan bantuan sosial. Dan Penggunan DID Tambahan period kedua tahun 2020 juga tidak dapat digunakan untuk mendanai kegiatan yang berupa Honorarium dan Perjalanan Dinas. (Bappeda)